Tampilkan postingan dengan label Meditasi Usia 50 Tahun Ke Atas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meditasi Usia 50 Tahun Ke Atas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Februari 2010

MEDITASI TANGGAL 27 SEPTEMBER 2009

MEDITASI SAAT INI DILAKSANAKAN PESERTA YANG BERUMUR 50 TAHUN KEATAS

BATHARA RAJA DEWATA

Tarik nafas 9 kali,lepas nafas, kaki diluruskan jari tangan memegang ibu jari kaki...kemudian untuk beberapa menit tangan ditaruh diatas lutut.
Rasakan kehadiran beliau merangsuk melalui ibu jari kaki, beliau akan membersihkan segala udara yang tak jernih menjadi jernih, rasakan melalui ibu jari kaki akan terasa dingin, bila kaki masih terasa berat kosongkan pikiran.

Rasakan nafas yang kita pinjam, setelah kita merasakan bahwa sesungguhnya kita meminjam nafas itu maka fungsikanlah nafas itu dengan baik.
Sikap yang yang dilakukan pada adalah sikap seorang sikap Raja Dewata. Setiap persendian harus tetap kita pegang dan persatukan,bila ada seluruh tubuh yang terbuka,bertenaga, biarkanlah nafas kita bercampur dengan udara kotor, maka saat itu nafas kita juga kotor.
Titik nafas kita sesungguhnya ada 2 yaitu diubun - ubun dan dubur, nafas awal dari niskala masuk melalui ubun - ubun,

MEDITASI RADITYA Tanggal 30 Agustus 200

WEJANGAN :
SANGHYANG PASUPATI kepada SANGHYANG TAPAK

SANGHYANG TAPAK
Pada saat kesusahan dan bencana Satrio Jajaran tidak usah panik dan ketakutan, karena justru pada saat begini Satrio Jajaran akan ditugaskan untuk membantu masyarakat lain yang terkena bencana tak terkecuali, tapi Satrio Jajaran akan aman sentosa untuk itulah siap mengemban tugas ini.
Sanghyang Tapak tidak pernah menyesatkan justru akan mengembalikan untuk eling kepada Sang Diri yang sesungguhnya juga menjadi kelanjutan dari leluhur dan Sanghyang Suwung.

Kelemahan dari manusia ada pada tapak kaki masing - masing, seandainya kelemahan ini tidak pernah kita sadari maka bencana itu akan datang.
Seandainya sudah eling maka satukanlah tapak tangan kita dengan tapak kaki kemudian pegang kedua telinga karena semuanya datang pertama kali dari hembusan pesan ditelinga, angin - angin kotoran yang datang tersebut biar terbuang dari mulut sembilan (9) kali, rasakan pada dada sebagai simbolis perbuatan yang terkecil seakan -akan menjadi masalah yang besar.
Kuncilah kuat - kuat lubang kecil di telinga kita, buatlah telinga kita peka, peka akan keniskalaan karena Sanghyang Tapak adalah yang menguasai niskala.

Mata buta ; masih punya rasa
Telinga BUta ; mati segala - galanya

Sanghyang Tapak datang oleh Sanghyang Pasupati sebagai utusan dalam bidang Pengobatan. Pengobatan untuk segala jenis penyakit dan kenestapaan manusia didalam hidup ini, khususnya yang tidak mampu menyaring sesuatu dari telinga ( menyengsarakan ) maka itu disuruh menjaga baik - baik.Didalam perjalanan seandainya menemukan atau merasakan sebuah penyakit dan kenestapaan sebut saja Sanghyang Tapak.

Para Satrio Jajaran yang sudah berumur 50 tahun lebih diharapkan lebih bertanggung jawab mengemban usia yang sudah sepantasnya dan bertanggung jawab atas akhir usia nanti ; jasad yang dipinjam begitu bersih harap mengembalikan kepada Sanghyang Suwung juga dalam keadaan bersih tanpa noda, alias kekosongan.....sadarilah!
Usia dijaga agar selalu harum!

Sujudlah pada Ibu Pertiwi dengan tapak tangan tertelungkup!
Berbhaktilah pada Bapa Akasa dengan menengadahkan tangan!


ROMO SEMAR - SANGHYANG ISMOYO

Guncangan Alam sebagai reaksi perjalanan sanghyang Sabdo Palon mengisyaratkan akan betapa pentingnya ingat dan eling pada Sang Diri dengan cara menolong diri sendiri, tidak boleh lupa diri sendiri apalagi sampe menyiksa diri sendiri,

Romo Semar bersabda ; " buka hati lebar - lebar " karena kalau menyembah dan berbhakti sampai lupa pada diri sendiri, Samar berarti terlalu kecil untuk dikenang lebih baik menyanggupi tugas Romo SEMAR SAJA.
KARENA ;
- Roh yang susah diwujudkan, disucikan dengan baik
- Ada pada kehidupan ( Keperkasaan )
- Ada pada pemikiran diluar diri manusia ( pengetahuan sebagai sarana tambahan )

Pernah masuk pada raga ;
- Sabdo Palon ( Noyo Genggong )
- Danghyang Nirartha
- Prabhu Siliwangi
- Bung Karno

PERPUTARAN WAKTU DI BUMI ;

Didalam tubuh manusia juga ada perputaran waktu yaitu ;
- Siang ; Taat
- Malam ; Tekun, kedua ini dinamakan Bhakti, Tahu dan Berjalan itu baik, tapi jangan berjalan sebelum mengetahuinya adalah sia -sia .

WEJANGAN & TUNTUNAN 9 AGUSTUS 2009

Pada pelaksanaan meditasi raditya kali ini tuntunan dan wejangan turun dari Ida Bhatara Dalem yang khusus diberikan kepada para orang - orang sudahj sepuh / tua agar dapat menceritakannya kepada anak cucunya dirumah masing - masing.

SABDA :

" Punggung adalah kekuatan dan stana Sang Roh, kaki sebagai tiang penyangga yang kokoh, beban berat tertanggung pada pundak" ,

"Punggung adalah pengendali dan penyeimbang kepala, wajah yang sebenarnya seram dan penuh kepalsuan seimbang oleh punggung yang selalu tersembunyi tetapi penuh kejujuran"

Pada hari ini dilakukan meditasi raditya khusus yang umurnya diatas 50 Tahun, setengah abad, karena umur diatas ini sudah saatnya mengenali perjalanan hidup dengan merenung dan mestinya sudah menjadi panutan dari generasi yang lebih muda.

Untuk itu ;
" tunjukkanlah kebenaran pada orang - orang dibawah (dibawah umur 50 tahun), selalulah menghadap keatas ( niskalaning akasa ) dan selalu eling dan kokohkan kaki karena senantiasa ada ditengah ( poros ) perputaran jaman".

Ketidak mampuan orang - orang ini pada posisi itu menyebabkan hilangnya keseimbangan bumi ini / miring maka akibatnya terjadi kerusakan alam.

WEJANGAN - WEJANGAN :

Lanjutkan perjalanan ( meditasi Raditya ) karena inilah kebenaran mutlak dunia yaitu meditasi sama dengan berdiam sejenak,agar para Dewa dan Bhatara dapat mengisi waktu di bumi ini pada saat manusia berdiam, sehingga hal - hal yang belum dapat dilakukan oleh manusia dapat dikerjakan oleh para Bhatara, khususnya tentang penyelamatan alam.

Wajah sebenarnya menyeramkan, tetapi jangan takut karena wajah jelek ini akan selalu mengingatkan kita pada diri sendiri agar dapat berubah menjadi baik, begitulah seterusnya yaitu jelek rubahlah menjadi baik...

Warisan tidak dalam bentuk harta, harta bukanlah kebenaran, harta bukan milik kita, tetapi kebenaranlah yang milik kita, harta tidak bisa dibawa kemana - mana tetapi kebenaran dan kebijaksanaan dapat dibawa kemanapun kita pergi termasuk kedunia akhirat, begitulah seterusnya agar para orang tua terus mewarisi kebenaran bukan harta ...

TUNTUNAN / PITEKET :

Sebaiknya dilakukan persembahyangan setiap bulan mati ( tilem ) ke Pure Dalem, dapun tujuan dan maksudnya adalah pada saat ini kita memohon maaf atas perbuatan kita baik sengaja maupun tidak sengaja.

Obat untuk penyelamatan diri :
- Sirih
- Kapur
- Gambir , ditmbuk halus, dibuat tapak dara pada perut/pusar
dilakukan setiap bulan purnama.

Menu makanan orang tua/sepuh :
- Nasi kuning
- Saur
- Kedelai goreng