Pada saat pembukaan dan inisiasi pertama meditasi surya ini yang dilaksanakan pada tanggal 2 Agustus 2009 bertepatan dengan Hari Banyupinaruh, sehari setelah Hari Saraswati, pada saat ini wejangan dan tuntunan datang dari Maha Rsi Manu yaitu bagaimana beliau dulu menghimpun dan menulis diatas kulit kayu yang ada diseputaran Gunung Himalaya, India ;
1. Bagaimana sejarah dan latar belakang mulainya alam dan kehidupan
2. Teologi ( Ilmu Pengetahuan Ketuhanan )
3. Cikal Bakal manusia / Bathara Leluhur
4. Peranan Manusia dalam jalannya alam dan kehidupan
5. Sejarah Para Brahmana / Rshi
Menu makanan yang bisa disantap hari ini adalah :
Nasi Ketela/Cacah, Sayuran tanpa bumbu, kacang - kacangan tanpa bumbu, kacang panjang direbus, memakai alas daun pisang, dengan tehnik makan pakai tangan.
Tampilkan postingan dengan label Meditasi Usia 21 sampai 50 Tahun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meditasi Usia 21 sampai 50 Tahun. Tampilkan semua postingan
Rabu, 15 Juni 2011
Menu : Sayur Urab, Beregedel, Urab Kacang, Tahu, Tempe
ROMO GIRI DIPATI
Karena dalam meditasi ini ada satu amanah yang akan di sampaikan, sesaat setelah Bunda Ram mendapat panggilan dari Wong Semar, Pedanda Sakti Wawu Rauh, Ida Anak Lingsir Dang Hyang Nirarta, Romo Giri Dipati, telah mengadakan samuan agung di Gunung Merapi bahwa kita putra pajajaran yang ikut meditasi kekuatan alam semesta ngiring betara2 sami menginginkan agar kita mampu dating ke gunung merapi dengan permohonan Romo Giri Dipati kepada Bunda Ratu yang sekiranya permohonan ini hanya bisa di lakukan dari Bunda Ratu Ardenariswari Masceti untuk menapakkan kaki ke tanah jawa, Dengan memunut semua para leluhut yang berpetualang di tanah Bali. Permohonan Romo Giri Dipati dan Wong Semar, agar 7 para leluhur yang telah pergi ke pulau Bali untuk di punut ke Gunung Merapi, Gunung Bromo, Gunung Semeru, Gunung Krakatau linggih Betara semua agar berlingga kembali di tempat beliau masing2. Itulah hasil pesamuan agung yang dilaksanakan pada hari ini (12-12-2010) di Gunung Merapi.sesepuh lingsir pancarin Bumi yang ada di dalam aura langka meditasi sangat di dalam penyerahan para leluhur di tanah jawa. Permohonan sinunggal dari Romo Giri Dipati penguasa agung gunung merapi. Meminta kepada kita semua agar menyatukan pikiran dan menyucikan pikiran mulai hari ini, untuk memikirkan langkah2 ini agar dapat nyungsung nyuun para leluhur kita untuk mantuk ke tanah jawa, ulon mohon kepada para2 meditasi budiman yang menjadi pancaran sinar2 suci. Tiada bias yang melangkah lebih jauh apabila kita tidak terlangkah dari kejujuran dan ketulusan hatimu. Maka Romo Giri Dipati sangat nyungsung nyuun bahwa kiranya bias di laksanakan secepatnya, hentikan kelupaan jeritan orang2ku di tanah jawa. Maafkanlah atas keinsafan dan kelupaan diri sehingga hancur lebur tempatku di sini berikanlah sinar2 kekuatanmu untuk mempercikkan kebenaran itu. Kepada orang2 yang ada di tanah jawa, hanya itu permohonan Romo Giri Dipati penguasa agung.
Terdapat tujuh sesepuh para Rsi kita di tempat persimpangan agung di bawa untuk menuju ke Gunung Merapi, Gunung Bromo, Gunun Semeru, dan Gunung Krakatau. Pancar sinar Sang Hyang Semar, IdaPedanda Lingsir Danghyang Nirarta, Danghyang Dwi Jendra, Ida Pedanda Sakt Wawu Rauh, Empu Prana Kuturan, Ida Nak Lingsir Gunung Agung, Sri Rama Nyipati Giri Putri, makan semua melangkahkan kaki nyuun sun agar bisa melangkah ke tanah jawa. Hanya itu yang bisa menyelamatkan tanah jawa untuk mulih kekandang, agar dapat pulang ke tempat semula, tanpa mengembalikan jasad2 seperti semula. Selama itu pula tanah jawa akan menghadapi goncangan yang tidak dapat terpikirkan oleh manusia. Hanya melalui cangkam Bunda RAM prkara masalah mundut nak lingsir tidak kan bisa terlaksanakan. Biarlah Bunda RAM memerintahkan kepada semua panutan yang ada di bumi, agar sekiranya eling untuk mementukkan beberapa leluhur tanah jawa. Berlingga ditempat semula hanya itu Romo Giri Dipati bisa menyampaikan kepada para meditasi yang telah melakukan kesucian meditasi pada hari ini matur nuun pamit.
HYANG SEMAR
Marilah dalam meditasi ini kita menundukkan sejenak kepala kita, untuk kembali kita merenungi bahwa kekuatan2 alam semesta ada dibawah pandangan kita.walaupun memejamkan mata kita,kita akan tetap melihat segala sesuatu bentuk yang ada dibawah kita. Pancaran sinar itulahyang menunjukkan kepada kita bahwa, kita mampu melaksanakan segala sesuatu tugas yang diberikan kepada Beliau. Kita pertama melihat cerminan diri kita, dengan merundukkan kepala kita akan sadar atas apa yang akan terjadi pada diri kita. Kita sesungguhnya telah tau apa yang telah terjadi pada lingkungan kita. Kita teramat memandangi apa yang terjadi terhadap alam kita lakukan. Tidak semata kita duduk bersila hanya untuk untuk bermohon tetapi inilah pancaran Beliau kepada kita, bahwa dengan merunduklah kita harus melankah menyatakan apa sesungguhnya terjadi. Serangkan diri kita pada saat merundukkan kepala kita. Nyatakan diri kita adalah tidak mampu untuk mengemban segala sesuatu yang diberikan kepadaNya. Tetepi dengan menyadari sesungguhnya yang kita lakukan sehingga kita menemukan titk langkah kita, maka kita akan mengerti ternyata inilah yang harus lita hadapi. Kita akan mengahadapi goncangan diri kita. Mampukah kita menghadapi goncangan itu? Barulah kita menghadapi goncangan lingkungan kita. Mampukah kita untuk menghadapinya? maka kita akan melihat goncangan alam kita. Mampukah kita untuk mengahadapinya. Hanya dengan merunduk kita akan merenung, kita akan mendapatkan jawaban yang pasti. Sehingga pemikiran manusia akan murni di dapatkannya. Bukan sebuah permainan dakocan seperti apa uang diinginkan wong semar. Sehingga ala mini bisa diobok2 dan dikocok sehingga mendapatkan sabda palon. Maka kita adalah sesungguhnya adalah orang2 sejati yang mampu merenungi setelah kita merundukkan kepala kita. Langkah akan terhitung sesaat setelah hati kita terbuka, terbukalah kita pada pintu yang terkunci. Sehingga kuncinya telah hilang lenyap karna kita mampu membuka semuanya setelah kita merunduk. Renungkanlah apa yang telah disampaikan sehingga kita menemukan titik penyelesaian pada diri. Tarik nafas perlahan-lahan agar kita mendapatkan ketenangan, karna dirasa meditasi ini bukan merupakan suatu ajang pertemuan. Tapi meditasi yang kita lakukan adalah persiapan tugas berat kita untuk memberikan pembaharuan kepada alam kita yang telah rusak.
Kita rileks tarik nafas perlahan lahan jangan merasa terbebani karna meditasi ini bagian dari kesulitan kita. Karna setiap titik kesulitan itu saat kita laksanakan maka itulah langkah srimanu yang berjulukan SANG HYANG NIRARTA. Tanpa kita sadari apa yang kita lakukan adalah bagain terkecil dari dirinya sendiri. Bila kita mampu merakit apa sesungguhnya yang ada, maka bentuk rakitan itulah yang disebut SRIMANU. Bila kita telah menunjukkan sinar suci kita kepada orang2 yang benar2 membutuhkan sinar suci itu, maka orang itu telah mampu mendapatkan sinar dari SRIMANU. Srimanu adalah suatu kekuatan apabila kita melakukan suatu gerakan2 yang bukan hanyalah dari diri kita, bila gerakan energy positif yang telah kita lakukan sekecil apapun maka kita telah memberikan pancaran dari diri srimanu. Siapa sesungguhnya sri manu?sri manu sesunguhnya sebuah ungkapan yang telah terjadi pada dirinya. Hanya saja dikala kita melakukan sebuah aktifitas kita tidak ernah menyadari, bahwa aktifitas positif yang telah kita berikan kepada unsur ciptaan alam. Sebenarnya itulah langkah awal kita yang memberikan pancarannya, melalui diri kitalah srimanuitu bergerak. Daya kekutaan alam itulah sesungguhnya srimanu.di kota tidak akan mungkin terjadi namn kita mendapatkan kejadian daya itu. Maka itulah sesungguhnya srimanu. Maka melalui meditasi ini, kita telah mendapatkan bagian sifat2 sri manu.jagalah sinar2 pancaran Srimanu untuk orang2 yang tidak pantas mendapatkan sinar dari kita. Karna arah sesungguhnya Srimanu trus melangkah maju ke depan.karna ia adalah ibarat sinar yang harus kita dekati. Ia dekat dimata kita. Ingin hati menggapai sinar itumaka proses daya itu sehingga memunculkan energy positif. Saksi betara Surya, maka pancaran itulah sesungguhnya Sri manu yang telah dapat kita lakukan. Rasa bersyukur kita karna hanya kita yang mampu melakukan tanpa menuntut banyak dari srimanu. Rasakan apa yang terjadi pada tubuh kita. Udara telah membungkus diri kita hanya memutar mutar di bagian tubuh kita. Seperti hawa dingin di tubuh kita. Konsentrasi penuh ibarat kita masuk keruang kaca yang bergelembung lalu kita seolah olah masuk terbungkus, maka kita akan merasakan spoi dingin yang sepertinya melekat di dalam tubuh kita. Rasakan sampai nanti dingin itu meghilang.
Pancernya di mundut ke jawa (jogja), bawa daksina lingga dibuatkan tempat seperti kotak/jempana kecil, beratap alang2, busananya merah. Jangan dikatakan terdapat pancer rahasia tidak boleh ada yang mengetahui, karna alam iu berpulang dari sini, jika disini hancur semuanya hancur, karna itu membuat pancer bumi, agar dititipkan di tanah jawa. Bila hancur disini, di tanah jawa masih ada tersisa. Hanya disini yang mampu karna disini tidak memperlihatkan apa2, tapi jangan lupa orang2 di ajak untuk ngiringi bitara pancer bumi, tapi terlebih dahulu suruh kraton jogyakarta.
Sabtu, 08 Mei 2010
WEJANGAN DARI BHATARA ARTA DALEM SAGARA (TITIPAN)
Fungsikan diri kita sebagai apa:
apakah kita menjadi orang bijak
apakah kita menjadi orang dharma dan kebenaran
apakah kita menjadi orang sebagai panglima perang
apakah kita menjadi segala sesuatu yang mampu kita laksanakan
menyarankan mencari status diri kita
apa yang kita lakukan adalah titipan
jaga agar tubuh tidak berdebu
jaga agar tubuh tidak tergores
jaga agar tubuh tidak berdarah
jaga agar tubuh tidak kepanasan
Lemaskan tubuh pada saat memohon, terima dengan lapang dan ikhlas....
jadikanlah diri kita air jika kita memerlukan air
jadikanlah diri kita api jika kita membakar sesuatu
jadikanlah diri kita angin jika kita meniup sesuatu
jadikanlah diri kita menunduk jika kita mengerti atas titipan ini
renungi titipan beliau lebih sulit menjaga titipan beliau daripada menjaga diri kita..
rambut titipan beliau pelindung tempurung
mata titipan beliau memandang
telinga titipan beliau bisa melakukan pendengaran
hidung titipan beliau mencerna penciuman
mulut titipan beliau bisa merasa
jaga apa yang telah dititipkan
itulah pesan TITIPAN....
itulah pesan TITIPAN....
itulah pesan TITIPAN....
WEJANGAN DARI DEWA BUMI
Hati-hati dengan gelembung Bumi karena di bawah pijakan kita sedang mengalami gelembung bumi..bukan gelembung air laut
dengan adanya gelembung bumi, kelak ada kelongsoran tanah....
maka akan terjadi peretakan-peretakan pada tanah
maka akan terjadi pengisapan-pengisapan pada tanah
PESAN:
"berhati-hatilah dengan pergelembungan yang ada di bawah tanah....belajarlah menabur benih yang kita anggap baik, agar dapat bertahan dengan baik. Benih yang kita taburkan dapat beras tanpa ada yang terpatah, benih yang kita taburkan dapat kacang tanpa ada yang berlubang atau tanpa cacat sedikitpun".
taburkan bila kita mohon keselamatan dimanapun kita berpijak, berjalan...taburkanlah benih. Tidak perlu banyak, tetapi sedikit saja asal tanpa cacat (1 sampai 3 butir)....lakukan setiap orang agar terhindar dari bencana bawah tanah.
GERAKAN:
Luruskan kaki...persendian kaki di pegang....
Fungsikan diri kita sebagai apa:
apakah kita menjadi orang bijak
apakah kita menjadi orang dharma dan kebenaran
apakah kita menjadi orang sebagai panglima perang
apakah kita menjadi segala sesuatu yang mampu kita laksanakan
menyarankan mencari status diri kita
apa yang kita lakukan adalah titipan
jaga agar tubuh tidak berdebu
jaga agar tubuh tidak tergores
jaga agar tubuh tidak berdarah
jaga agar tubuh tidak kepanasan
Lemaskan tubuh pada saat memohon, terima dengan lapang dan ikhlas....
jadikanlah diri kita air jika kita memerlukan air
jadikanlah diri kita api jika kita membakar sesuatu
jadikanlah diri kita angin jika kita meniup sesuatu
jadikanlah diri kita menunduk jika kita mengerti atas titipan ini
renungi titipan beliau lebih sulit menjaga titipan beliau daripada menjaga diri kita..
rambut titipan beliau pelindung tempurung
mata titipan beliau memandang
telinga titipan beliau bisa melakukan pendengaran
hidung titipan beliau mencerna penciuman
mulut titipan beliau bisa merasa
jaga apa yang telah dititipkan
itulah pesan TITIPAN....
itulah pesan TITIPAN....
itulah pesan TITIPAN....
WEJANGAN DARI DEWA BUMI
Hati-hati dengan gelembung Bumi karena di bawah pijakan kita sedang mengalami gelembung bumi..bukan gelembung air laut
dengan adanya gelembung bumi, kelak ada kelongsoran tanah....
maka akan terjadi peretakan-peretakan pada tanah
maka akan terjadi pengisapan-pengisapan pada tanah
PESAN:
"berhati-hatilah dengan pergelembungan yang ada di bawah tanah....belajarlah menabur benih yang kita anggap baik, agar dapat bertahan dengan baik. Benih yang kita taburkan dapat beras tanpa ada yang terpatah, benih yang kita taburkan dapat kacang tanpa ada yang berlubang atau tanpa cacat sedikitpun".
taburkan bila kita mohon keselamatan dimanapun kita berpijak, berjalan...taburkanlah benih. Tidak perlu banyak, tetapi sedikit saja asal tanpa cacat (1 sampai 3 butir)....lakukan setiap orang agar terhindar dari bencana bawah tanah.
GERAKAN:
Luruskan kaki...persendian kaki di pegang....
Jumat, 19 Februari 2010
SURYA RADITYA Tanggal 6 September 2009
WEJANGAN SANGHYANG DATENG
Aku adalah Sanghyang Dateng yang datang dengan memberikan kesejukan dan akan membakar segala pendengaran yang buruk, perkataan yang buruk serta menghilangkan perbuatan - perbuatan buruk. Aku berjalan diatas kesadaran namun tak berawal dan berakhir karena kebenaran menurut orang kebanyakan itu sesungguhnya tak ada yang memiliki.
Bukalah hati dan siap menerima jaman tertentu, jangan diam dan enak pada jaman tak berubah karena sesungguhnya perubahan itulah yang kekal ;
- Aku adalah tidak ada
- Kalian juga tak pernah ada
- Kita kelihatan ada karena hanya ada tatwam asi
Untuk dapat merasakan Sanghyang Dateng adalah dapat merasakan kesejukan selanjutnya pori - pori dapat merasakan embun yang dingin ; karena itulah rasa kesucian itu.
Suci ;
- tidak ada
- mudah diucapkan
- Dapat menghancurkan yang menyelewengkannya
- gampang terhempas
- Suci bukan untuk siapa -siapa, tetapi embun perlu untuk kita
- Terkutuklah orang - orang yang tak mau disucikan
- Tat kala kita merasakan kesucian maka harus mengakui adanya Sanghyang Dateng
WEJANGAN RANGGA DEWI RATU LANGIT
Hadirnya R.D. R. Langit adalah untuk menguatkan kita manusia akan perjodohan, pertemuan sampai menjadikan kita jodoh adalah merupakan anugrah agar dapat bersama - sama dapat melakukan tugas suci sebagai manusia, pertemuan yang suci ini janganlah gampang diempaskan oleh hal - hal yang tidak baik seperti gangguan pada orang lain, atau janji tinggal janji ( gombal ).
Jodoh itu sesungguhnya juga merupakan perputaran hidup dan mati, di dunia niskala sendiri perjodohan merupakan hal yang pelik dan sulit sehingga RDR Langit turun menemui kita karena didunia ini sudah sangat melencengkan perjodohan dengan banyaknya perceraian dan perselingkuhan.
Kalau mau menghadirkan beliau ; minta ijin dulu dengan Sanghuyang Pasupati dengan menepuk tangan 3 kali dan menatap kelangit, sebagai ciri beliau datang adalah bercirikan embun dingin yang menyelimuti raga kita.
Diatas langit juga ada ; Wisesa, Suwung dan Adil
WEJANGAN DAN TUNTUNAN MAHA RSHI MANU 2 Agustus 2009
PENGETAHUAN DASAR MEDITASI RADITYA
Konsep Pengetahuan sebagai dasar penggalian energi dan nilai yang terkandung didalam melaksanakan meditasi raditya ini adalah :
1. Ciwa Tatwa ; Pengetahuan tentang kemahakuasaan Tuhan terhadap alam beserta isinya.
2. Budha Tatwa; Pengetahuan tentang cinta kasih terhadap alam beserta isinya.
3. Surya ; Pengetahuan tentang kekuatan dan peranan energi Surya terhadap alam.
4. Pertiwi ; Pengetahuan tentang Alam (Bumi) serta peranannya terhadap mahluk hidup.
Reg Weda - hal 884 ;
" Air suci sebagai pengelukatan sedang diisolasi dari penggaruh keburukan, kekotoran dan pencemaran dari unsur lain . . . maka pengelukatan jaman saat itu dilakukan dengan pengelukatan sinar surya, karena surya tidak pernah terpolusi dan tercemari "
Subscribe to:
Postingan (Atom)
